BeritaPendidikan

Doktor Astrofisika Indonesia, Namanya Diabadikan Jadi Nama Asteroid

Nama seorang guru besar Institut Teknologi Bandung kini tak hanya tercatat dalam dunia akademik tetapi
juga abadi di angkasa. Profesor Premana Wardayanti Premadi, astronomi dan kosmologi Indonesia namanya
diabadikan sebagai nama asteroid sebuah pengakuan langka atas kontribusinya bagi ilmu pengetahuan.
Perjalanan Premana hingga namanya terukir sebagai bagian dari tata surya bukanlah jalan singkat. Ia
menempuh lintasan panjang riset, dedikasi, dan pengabdian pada sains sekaligus membuka jalan bagi
generasi muda, khususnya perempuan, di bidang astronomi.

Astronomi bukan sekadar ilmu tentang benda-benda langit, melainkan sebuah bidang yang menghubungkan
manusia dengan semesta. Menurutnya sains harus memberi manfaat bagi masyarakat.
“Semesta ini terlalu besar, terlalu indah, terlalu megah untuk dinikmati sendiri. Ada dorongan bagi kami para
astronom untuk berbagi,” ujar Premana dilansir dari laman BRIN, Selasa (30/12/2025).

Premana lahir di Surabaya pada 13 Juli 1964. Ketertarikannya pada astronomi tumbuh di masa ketika bidang
ini masih jarang digeluti perempuan. Namun, keterbatasan itu tidak menyurutkan langkahnya Ia meraih gelar
Sarjana Sains Astronomi dari ITB pada 1988 lalu melanjutkan studi doktoral di University of Texas at Austin,
Amerika Serikat. Disana, Premana mendalami astrofisika dan kosmologi ilmu yang mempelajari struktur dan
evolusi alam semesta Pada 1996, Premana mencatat sejarah sebagai perempuan Indonesia pertama yang
meraih gelar doktor astrofisika. Risetnya berfokus pada evolusi struktur skala besar alam semesta melalui
teknik lensa gravitasi, metode berbasis teori relativitas umum Einstein yang mempelajari pembengkokan
cahaya oleh masa raksasa.

Penelitiannya pada 1990-an menjadi pionir dalam pengujian model kosmologi teoretis melalui simulasi
komputasional. Bagi Premana, setiap galaksi memiliki karakter unik namun tetap tunduk pada hukum alam
yang sama sebuah keindahan kosmos yang terus ia pelajari. Dedikasi Premana tidak hanya tercurah pada
riset global Pada periode 2018-2023, ia menjabat sebagai kepala Observatorium Bosca menjadi perempuan
pertama yang memimpin pusat riset astronomi tertua di Indonesiatersebut. Ia menekankan pentingnya
menjaga Bosca sebagai simbol kemajuan sains dan teknologi sekaligus sebagai jembatan antara ilmu
pengetahuan dan masyarakat.

Kemudian pada 2024, Premana menyampaikan orasi guru besar astrofisika dan kosmologi meneguhkan
perannya sebagai tokoh kunci perkembangan ilmu semesta di Indonesia. Pengakuan internasional datang
ketika International Astronomical Union mengabadikan namanya sebagai asteroid 12937 Premadi.
Sekitar tahun 2017 Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam pengembangan astronomi khususnya
melalui Observatorium Bosca dan pendidikan sains di Indonesia. Selain itu, pada 2023, Premana dianugerahi
gelar Honorary Fellow dari Royal Astronomical Society Inggris sebuah kehormatan bergensi bagi ilmuwan
berpengaruh di tingkat dunia.

Bagi Premana, sains tidak boleh berhenti di laboratorium Ia mendirikan Universe Awareness for Children,
gerakan global yang memperkenalkan astronomi kepada anak-anak terutama di wilayah tertinggal. Ia percaya
astronomi adalah pintu masuk yang efektif untuk menumbuhkan ketertarikan anak terhadap sains Bersama
BRIN, ITB, dan pemerintah daerah, Premana juga merancang program pendidikan sains di sekitar
Observatorium Nasional Timau Nusa Tenggara Timur, mulai dari energi berkelanjutan hingga pendirian pusat
sains STEM.

Riset Premana dirujuk dalam pengembangan proyek besar seperti Legacy Survey of Space and Time yang
mulai beroperasi pada 2025 serta misi Nancy Grace Roman Space Telescope yangdijadwalkan meluncur pada
2027 Ia juga aktif menjelaskan keterkaitan kosmologi dengan kehidupan sehari-hari mulai dari teknologi
gravity assist dalam misi antariksa hingga pentingnya teori relatifitas dalam sistem navigasi GPS Iya, bagi Prof.
Premana, semesta terlalu luas dan indah untuk didikmati sendiri Melalui riset, pendidikan, dan dedikasi tanpa
henti ia manusia dengan alam semesta dan kini namanya pun menjadi bagian darinya.

 

Penulis: Aini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Copy link
Powered by Social Snap