Warga Menemukan Material Kuning Mengkilap di Tengah Lumpur Sisa Banjir, Pemerintah Belum Beri Kepastian
Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh tidak hanya meninggalkan kerusakan, tetapi juga
memunculkan temuan yang menarik perhatian publik. Di tengah sisa lumpur dan material endapan akibat banjir,
sejumlah warga di beberapa gampong menemukan butiran berwarna kuning mengkilap yang diyakini sebagai
emas.
Peristiwa ini terjadi saat warga melakukan upaya pembersihan pascabanjir. Di antara lumpur yang terbawa arus
deras, terlihat butiran kecil berkilau yang kemudian dikumpulkan oleh warga. Temuan tersebut memunculkan
dugaan bahwa material itu merupakan emas, sehingga menimbulkan rasa syukur di tengah musibah yang mereka
alami.
Momen penemuan itu direkam dalam video amatir oleh warga setempat. Dalam rekaman yang kemudian diunggah
ke media sosial, terdengar warga menyebut butiran tersebut sebagai emas dan mengungkapkan rasa syukur atas
temuan itu. Unggahan video tersebut dengan cepat menyebar luas dan menarik perhatian masyarakat yang lebih
luas.
Akibat viralnya video tersebut, sejumlah warga lain dilaporkan berdatangan ke lokasi untuk ikut mencari material
serupa. Fenomena ini menunjukkan bagaimana informasi yang beredar di media sosial dapat memicu respons
cepat dari masyarakat, terutama ketika berkaitan dengan potensi temuan bernilai ekonomi.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak terkait
mengenai kebenaran material yang ditemukan warga tersebut. Belum terdapat pula informasi mengenai adanya uji
laboratorium atau penelitian geologi yang dilakukan untuk memastikan apakah butiran berwarna kuning mengkilap
itu mengandung emas atau hanya material lain yang menyerupai.
Tanpa adanya hasil pengujian ilmiah, kebenaran temuan tersebut masih bersifat dugaan. Pemerintah dan instansi
terkait diharapkan dapat segera melakukan kajian lebih lanjut agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat
dan tidak menimbulkan spekulasi berkelanjutan di tengah proses pemulihan pascabanjir.
Penulis: Aini

