Uncategorized

MEMBANGUN MENARA ILMU DI TANAH BASIMPUL KUAT BABONTUK ELOK: Cita-Cita dan Harapan Berdirinya Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Labuhanbatu Utara

Oleh: M. Syahripin, M.Pd (Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Kualuh Selatan)
________________________________________
Pendidikan adalah merupakan nafas perjuangan Muhammadiyah sejak pendiri Muhammadiyah Kyai Haji Ahmad Dahlan mendirikan sekolah pertama di Kauman. Bagi kita di Labuhanbatu Utara (Labura), Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan alat perlawanan terhadap ketertinggalan dan kemiskinan. Sebagai Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kualuh Selatan, saya melihat bahwa hari ini kita berada di persimpangan jalan sejarah. Kita, di Labuhanbatu Utara memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar dan melimpah, namun tantangan besar muncul: Ke mana anak-anak muda kita akan melabuhkan dahaga intelektual mereka setelah lulus sekolah menengah?
Selama puluhan tahun, Labuhanbatu Utara telah menjadi lumbung bibit-bibit unggul. Namun, setiap tahunnya kita menyaksikan “pelarian intelektual” (brain drain) besar-besaran. Putra-putri terbaik kita harus pergi ke Medan, Pekanbaru, Jakarta, Aceh atau bahkan Jawa untuk mengejar gelar sarjana. Harapan saya, dan cita-cita kita bersama di persyarikatan, adalah memotong jarak tersebut. Kita ingin menghadirkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Labuhanbatu Utara bukan sebagai pesaing institusi yang sudah ada, melainkan sebagai oase bagi mereka yang selama ini terhambat oleh akses dan biaya.
Dalam Al-Qur’an Surah Al-Mujadilah ayat 11 menekankan pentingnya berlapang dada, adab dalam majelis, dan keutamaan menuntut ilmu. Allah berjanji meninggikan derajat orang beriman dan berilmu serta memberi kelapangan bagi yang memudahkan orang lain.
Berdasarkan Cita-cita berdirinya Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Labuhanbatu Utara adalah manifestasi dari teologi Al-Ma’un yang kita anut. Jika dulu Muhammadiyah fokus pada panti asuhan dan sekolah dasar, maka di era disrupsi ini, dakwah kita harus naik kelas ke jenjang pendidikan tinggi. Ini adalah janji kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa secara utuh, sesuai dengan amanat konstitusi dan cita-cita besar persyarikatan.
Berdirinya Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Labuhanbatu Utara bukan sekadar memindahkan papan nama atau membangun gedung beton yang megah. Dalam bayangan dan harapan saya, Perguruan Tinggi Muhammadiyah Labuhanbatu Utara harus memiliki karakteristik yang khas dan relevan dengan kearifan lokal.

Pertama, Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) sebagai Pusat Keunggulan (Center of Excellence). Labuhanbatu Utara memiliki karakteristik geografis perkebunan dan pertanian yang kuat. Harapan saya, PTM yang akan berdiri nantinya mampu membuka program studi yang menjawab kebutuhan spesifik daerah, seperti teknologi pertanian modern, manajemen perkebunan, atau kewirausahaan berbasis sumber daya lokal, Keguruan, Ekonomi dan Hukum Serta Teknik Komputer. Kita ingin melahirkan sarjana yang tidak hanya pandai mencari kerja, tetapi sarjana yang mampu menciptakan lapangan kerja di tanah kelahirannya sendiri.
Kedua, Pendidikan yang Inklusif dan Berkemajuan. Banyak orang tua di pelosok Kualuh Selatan, Aek Natas, hingga Kualuh Leidong dan Kualuh Hilir dan dikecamatan lainnya di wilayah kabupaten Labuhanbatu Utara yang memiliki anak cerdas namun ragu menyekolahkan mereka ke tingkat yang lebih tinggi karena kendala finansial. Perguruan Tinggi Muhammadiyah Labuhanbatu Utara harus hadir dengan semangat inklusivitas. Dengan sistem beasiswa kader dan subsidi silang yang dikelola secara profesional melalui LAZISMU, kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak Labura yang putus sekolah hanya karena tidak punya biaya.
Ketiga, Inkubator Kepemimpinan dan Kaderisasi. Bagi Muhammadiyah, kampus adalah lahan persemaian kader. Di sinilah nantinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) akan tumbuh subur. Harapan saya, Perguruan Tinggi Muhammadiyah ini akan menjadi Embrio candradimuka yang menempah karakter pemuda Labura agar memiliki aqidah yang lurus, akhlak yang mulia, dan wawasan internasional namun tetap membumi di Labuhanbatu Utara.
Cita-cita ini bukan sekadar tentang membangun gedung atau menambah identitas institusi, melainkan tentang menjawab tantangan zaman melalui “Dakwah Pencerahan”. Harapan saya, kehadiran Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Labuhanbatu Utara nantinya dapat menjadi:
– Pusat Keunggulan Intelektual: Menjadi wadah bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan tinggi berkualitas tanpa harus jauh meninggalkan kampung halaman.
– Pilar Penggerak Ekonomi & Sosial: Kehadiran kampus akan menghidupkan ekosistem ekonomi masyarakat lokal dan melahirkan kader-kader yang siap membangun Labura.
– Inkubator Kader Berkualitas: Mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kedalaman akhlak dan ideologi Muhammadiyah yang kuat.
Saya percaya, dengan semangat ‘Fastabiqul Khairat’ dan sinergi dari seluruh elemen persyarikatan serta dukungan masyarakat, cita-cita mulia ini akan segera menjadi nyata. Pendidikan adalah kunci bagi kemajuan peradaban, dan Muhammadiyah harus terus menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di Labuhanbatu Utara.”
Mewujudkan Universitas atau Sekolah Tinggi tentu bukan perkara membalikkan telapak tangan. Ini adalah kerja raksasa yang membutuhkan “Jamaah dan Jam’iyah”. Sebagai sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah, saya melihat dan menyadari bahwa beban ini tidak bisa dipikul oleh satu atau dua orang saja. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Harus bersinergi pada Semua pihak dan merangkul, Kolaborasi dengan semua kalangan di internal Muhammadiyah maupun dengan Pemerintah daerah, Propinsi dan Pemerintah Pusat untuk dapat mewujudkan semua cita-cita dan Harapan.
Harapan besar saya adalah terciptanya sinergi segitiga emas: Persyarikatan, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat, Dari Pusat hingga Ranting harus memiliki satu komando dan semangat yang sama. Tanah wakaf harus dioptimalkan, dan sumber daya manusia (para kader bergelar Magister dan Doktor) harus dipanggil pulang untuk membangun rahim intelektual di daerah sendiri. Dan Kami berharap Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara melihat cita-cita ini sebagai mitra strategis dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dukungan kebijakan dan kemudahan akses akan sangat mempercepat akselerasi ini. Dukungan moral dan kepercayaan masyarakat untuk menguliahkan putra-putrinya di Perguruan Tinggi Muhammadiyah tingkat Daerah adalah kunci keberlanjutan.
Sebagai penutup, berdirinya Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Labuhanbatu Utara adalah hutang sejarah yang harus kita lunasi. Saya bermimpi, suatu saat nanti, dari gedung-gedung kampus Muhammadiyah di Labura, akan lahir bupati, pengusaha, ulama, dan teknokrat yang tidak lupa pada akarnya.
Maka dari itu mari kita rapatkan barisan. Hari ini kita menanam niat, esok kita menyusun batu bata, dan lusa kita akan melihat anak-anak kita memanen ilmu di bawah panji matahari biru di tanah Labuhanbatu Utara.

Nashrun Minallahi Wa Fathun Qarib.
Billahi Fi Sabililhaq, Fastabiqul Khairat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Copy link
Powered by Social Snap