BeritaPolitikSosialSosial Masyarakat

Gelombang Teror terhadap Influencer Pengkritik Pemerintah

Sejumlah influencer dan kreator konten di Indonesia mengalami serangan teror fisik dan digital setelah aktif membuat konten yang mengkritik penanganan bencana Sumatera oleh pemerintah. Kasus ini mencuat di akhir 2025, dengan korban seperti Sherly Annavita dari Aceh yang rumahnya dilempar telur busuk, mobilnya dicat ancaman, dan menerima pesan intimidasi setelah mengkritik respons lambat terhadap banjir di Aceh. DJ Donny juga menjadi sasaran dua kali dalam tiga hari, pertama dengan kiriman bangkai ayam dan kedua pelemparan bom molotov yang terekam CCTV pada 31 Desember 2025.

Korban lain termasuk Iqbal Damanik dari Greenpeace, Virdian Aurellio, Yama Carlos, dan Fzi yang menerima ancaman online seperti foto kepala babi via WhatsApp usai live kritik di media. Pola serangan ini dinilai sistematis, menargetkan mereka yang vokal soal kegagalan pemerintah dalam bencana Sumatera, memicu kekhawatiran soal kebebasan berpendapat di ruang digital. Kompolnas mendesak polisi usut tuntas dalangnya, sementara koalisi masyarakat sipil menyerukan perlindungan warga yang berani bersuara.

Pemerintah melalui Menteri HAM mengecam teror tersebut dan menyangkal keterlibatan negara, meski aktivis seperti Usman Hamid dan Natalius Pigai mempertanyakan mengapa polisi lambat bertindak. Situasi ini dikaitkan dengan UU yang akan berlaku Februari 2026, berpotensi kriminalisasi kritik terhadap presiden dan pejabat. Publik menuntut transparansi, dengan tagar solidaritas menyebar luas di media sosial.

Kasus ini menjadi pengingat rapuhnya demokrasi digital, di mana kritik konstruktif justru dibalas intimidasi, mendorong seruan “warga jaga warga” untuk saling lindungi. Hingga Januari 2026, penyelidikan polisi masih berlangsung tanpa tersangka, meninggalkan trauma bagi korban dan keresahan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Copy link
Powered by Social Snap